MENEMUKAN SEBAB-SEBAB KESOMBONGAN
KETIKA dalam hati kita terbersit perasaan bangga dengan diri sendiri, merasa lebih besar dan lebih hebat daripada orang lain, maka itu pertanda hati kita tengah dirasuki kesombongan.
Perasaan lebih hebat daripada orang lain disertai meremehkan dan merendahkanya akan menyebabkan seseorang tutup mata, tutup telinga dari nilai- nilai kebenaran.
Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendefinisikan kesombongan sebagai perilaku "Menolak hak dan meremehkan orang lain". (HR. Muslim).
Kesombongan merupakan sifat yang sangat tercela. Sekecil apapun kesombongan terdapat dalam hati, pelakunya diancam tidak akan masuk Surga. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, " Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat dzarrah". ( HR. Muslim).
Mengapa bisa muncul kesombongan ? Kita coba telusuri penyebabnya. Abu Muhammad Zahir bin Muhammad Al Khasyramy Asy Syahri, seperti diangkat dalam buku Otang-orang Besar yang Rendah Hati (el BA) menyebutkan, paling tidak ada tujuh faktor penyebab kesombongan.
Pertama, ilmu
Sebagian ulama dan para penuntut ilmu menganggap dirinya lebih tinggi dan lebih utama di hadapan Allah subhanahu wata'ala. Mereka menganggap orang lain bodoh dan tidak mengerti apa-apa.
Padahal, semestinya semakin tinggi ilmu seseorang, semakin membuatnya merunduk. Laksana sebuah pohon, semakin buahnya lebat, dahan-dahannya pun akan condong merunduk ke tanah, agar orang-orang yang membutuhkannya dapat memetik buah yang manis dan lezat.
Kedua, amal ibadah
Hilangnya landasan keikhlasan kerap mendorong pelaku ibadah untuk bersikap sombong. Merasa lebih baik dan lebih saleh daripada mereka yang ibadahnya minim. Kepada pendosa tidak memandang sebelah mata. Memastikan dirinya selamat, sementara mereka akan binasa.
Ketiga, keturunan dan kemuliaan leluhur
Orang yang mempunyai nasab mulia biasanya akan merendahkan orang lain yang tidak memiliki nasab sepertinya, meskipun dari sisi amal dan ilnunya lebih tinggi. Padahal, kalau mau jujur, ketika diurut ke atas, asal mula manusia itu sama, dari setetes air yang hina, yaitu sperma.
Keempat, kecantikan
Sebuah syair patut untuk dijadikan renungan agar tumbuh kesadaran, bahwa sejatinya kecantikan tidak patut disombongkan.
Wahai orang yang menampakkan kesombongan dengan kebagusan bentuk tubuhnya, lihatlah WC anda, sesungguhnya bau busuk itu adalah kehinaan.
Seandainya manusia mau memikirkan apa yang ada di dalam perutnya, niscaya orang itu tidak akan sombong baik yang nuda maupun yang tua.
Adakah pada diri anak Adam sesuatu yang mulia seperti kepala ?
Yang dimuliakan dengan empat hal yang berisi kotoran, terabaikan (tak bernilai).
Hidung yang mengeluarkan cairan, telinga baunya tidak sedap, mata mengalir dan mulut berliur.
Wahai Anak Adam dan calon makanan tanah. Tahanlah dirimu, karena sesungguhnya kamu akan dimakan dan diminum binatang tanah.
Kelima, harta kekayaan
Tingginya jabatan dan melimpahnya harta kekayaan sering membuat orang lupa daratan. Bersikap semena-mena terhadap orang yang dianggap rendahan.
Padahal jabatan dan kekayaan hanyalah titipan. Seandainya hartanya itu hilang, atau bangunan rumahnya itu roboh, hancuir atau rusak, niscaya dalam waktu sekejap dia akan kembali dalam keadaan hina, bahkan mungkin termasuk makhluk yang paling hina.
Keenam, kekuatan tubuh
Kekuatan itu milik Allah semata. Jika ada manusia yang sombong dengan kekuatan tubuhnya, alangkah baiknya segera menyadari, bahwa ketika Allah menimpakan penyakit kepadanya, dia akan dibuat tidak berdaya.
Tidak usah penyakit yang mematikan, tertusuk kayu kecil saja akan membuatnya gelisah dan risau, tidak bisa tidur dengan pulas.
Kalau ia sombong dengan kekuatan tubuhnya, ketahuilah justru ada binatang yang jauh lebih kuat dari dirinya.
Ketujuh, banyaknya follower
Ini adalah sifat kesombongan dengan sesuatu di luar jati diri manusia. Setiap orang yang sombong karena sesuatu diuar jati dirinya, maka ia termasuk makhluk paling bodoh.
Wallahu a'lam
Komentar
Posting Komentar