Postingan

HANYA ADA SATU (2)

Mira kini tinggal di sebuah rumah mungil sederhana milik suaminya.  Karena mengikuti suami, ia pun memutuskan keluar dari madrasah tempatnya mengajar. Untuk sementara ia ingin off dulu dari kegiatan itu demi  menikmati kesibukan baru sebagai ibu rumah tangga. Perkenalan dengan calon suaminya yang hanya berlangsung beberapa minggu, membuatnya kini harus banyak belajar memahami karakter dan kebiasaan-kebiasaan pasangannya. Ia harus belajar menerima perbedaan-perbedaan yang ada. Selama masa adaftasi, perselisihan-perselisihan kecil ada saja terjadi. Mira yang apik, selalu meletakkan sesuatu pada tempatnya kadang dibuat jengkel oleh ulah suaminya yang menyimpan barang  semaunya. Sering ditemukan kaus kaki di atas meja, buku berantakan tidak pada tempatnya. Kebiasaan suami menyimpan handuk basah di atas kasur, memaksanya untuk  ngomel.-ngomel. Kadang suaminya  tengah makan pun, permasalahan handuk basah di atas kasur masih dibahasnya. Untungnya Hermawan lebih sering...

HANYA ADA SATU (1)

  MEMANDANGI bayangan dirinya di depan cermin, Mira menyadari bahwa kini ia bukan lagi gadis remaja belia.  Ia telah menjadi perempuan dewasa  berusia kepala 3 plus 3. Mira menghela napas panjang. "Hmmm, kenapa dalam usia sedewasa ini jodohku belum kunjung datang ?" Sebenarnya ketika usianya baru menginjak 20  tahun, oleh guru ngajinya pernah diperkenalkan dengan seorang laki-laki yang usianya dua tahun lebih tua. Namun, proses ta'aruf itu berhenti di tengah jalan, karena ketika itu ayahnya tidak memberikan lampu hijau. Rupanya ayahnya merasa khawatir, kandasnya  pernikahan anak tetangganya yang ketika itu masih sangat muda, menimpa Mira. Penolakan ayahnya berdampak secara psikologis pada Mira. Setiap kali guru ngajinya menanyakan kesiapannya untuk menikah, ia selalu menggelengkan kepala.  Ia lebih asyik bergelut dengan profesinya sebagai guru di sebuah madrasah tsanawiyyah di daerahnya. Hingga tak terasa usianya terus bertambah. ............. "Teh Mir...

6 MINGGU BERSAMA OPREC ODOP

Gambar
                         komunitas odop Sebelum menuliskan kesan pesan selama mengikuti Oprec ODOP, izinkan saya untuk menyampaikan terima kasih kepada Kak Siti Nurhayati, pije Dee Lestari, karena pertama kali mengenal komunitas ODOP adalah dari tulisan beliau pada sebuah  blog (tidak ingat nama blognya). Dalam tulisan itu beliau memaparkan pentingnya seorang blogger bergabung dengan komunitas, kemudian merinci komunitas-komunitas blogger  bagi pemula. Komunitas ODOP ( One Day One Post ) salah satunya. Sebenarnya ketika berniat gabung dengan komunitas blogger , saya belum menjadi blogger , tapi baru punya keinginan untuk menjadi blogger . Baru bisa bikin akun blog, nulis beberapa tulisan, tapi kelanjutannya, tentang pengelolaan blog, kata kunci, dan lainnya masih benar-benar gelap. Membaca tulisan Kak Siti seperti mendapatkan seberkas cahaya. Mulailah follow akun medsos ODOP , @Komunitas odop. Awalnya mengira...

JANGAN GUGURKAN PAHALA SEDEKAHMU

Gambar
  MERUJUK al Quran surat al Baqarah ayat 261, sedekah yang kita keluarkan dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah akan mendapatkan balasan yang berlipat-lipat. Dalam ayat tersebut diumpamakan seperti menanam satu biji, dari satu biji itu tumbuh tujuh tangkai, dalam setiap tangkai terdapat seratus biji. Berarti dari satu biji tumbuh menjadi tujuh ratus biji. Jumlah yang sangat fantastis . Pahala sedekah terus bertumbuh seperti bertumbuhnya biji yang ditanam di dalam tanah. Satu sedekah akan mendapatkan balasan tujuh ratus kali lipat kebaikan, bahkan bisa  berlipat ganda lagi dari itu.  "Allah akan melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki". Allah menggunakan perumpamaan dengan sesuatu yang dikenal, agar lebih mengena pada jiwa. Pahala yang dijanjikan mudah dipahami  dan terasa  konkret. Karena manusia akan lebih tertarik pada sesuatu yang konkret daripada yang bersifat abstrak , sehingga akan lebih menggugahnya untuk berusaha mendapatkannya. Tentu...

ETIKA BERBISIK

Gambar
                                   Pixabay ISLAM merupakan agama yang sempurna. Salah satu bukti kesempurnaannya, Islam bukan hanya mengatur masalah ibadah,  namum juga muamalah, yaitu hubungan antara sesama manusia. Dalam bermuamalah dengan sesama manusia, menjaga etika sangat diperhatikan oleh Islam. Islam selalu memerintahkan untuk menjaga perasaan, melarang melakukan hal-hal yang dapat membuat saudaranya sedih dan memancing prasangka buruk. Salah satu etika yang mendapat perhatian Islam adalah larangan berbisik berdua di suatu majelis yang tidak lebih dari tiga orang, tanpa  menyertakan orang yang ketiga. Hal ini akan membuat perasaannya terluka dan kecewa. Selain itu, ia juga akan merasa tersisih dan terasing. Sedangkan di antara ciri baiknya keislaman seseorang, berusaha untuk tidak menyakiti sesama muslim, baik melalui lisan maupun perbuatan. Dari Ibnu Mas'ud radiyallahu anhu, ...

MENJADI PENUNTUT ILMU DAN PENGAJAR YANG MEMAHAMI ADAB

Gambar
  Judul Buku : Adab-adab Panuntut Ilmu dan Pengajar Judul Asli     : Adab ad Daaris wa al            Mudarris                          Penulis        : Syaikh Muhammad Jamaluddin al Qasimi Penerjemah :  Izzudin Karimi, Lc. Penerbit   :   Darul Haq Jakarta Tahun Terbit : 2019 Ukuran           : 10x15 cm Halaman        : vi, 90 hlm ISBN                : 978-602-6845-49-8 Bagi  seorang muslim, menuntut ilmu syariah merupakan pintu untuk memahami agama dengan benar, sebelum kemudian mengamalkannya. Agar ilmu itu melekat dan bermanfaat, seorang penuntut ilmu harus memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu. Begitupun dengan pengajarnya. Buku ini, meski ukurannya kecil, isinya membahas ...

JALAN PUN MEMPUNYAI HAK

Gambar
                                     Pixabay BUKAN hanya suami atau isteri yang mempunyai hak dari pasangannya, atau anak dari orang tuanya dan sebaliknya , ternyata jalan pun mempunyai hak. Apa saja hak jalan itu ? Abu Said al Khudri menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,  " Jauhilah oleh kalian duduk- duduk di tepi jalan". Para sahabat bekkata, "Wahai Rasulullah, kami tidak ada pilihan lain kecuali tempat ini". Beliau bersabda, "Jika kalian enggan untuk meninggalkannya, maka berikanlah hak jalan". Mereka bertanya, "Apa saja haknya?" Beliau menjawab, "Menundukkan pandangan,  menahan gangguan, menjawab salam, mengajak kepada kebaikan, serta mencegah dari kemungkaran" , (HR. Al Bukhari, Muslim). Para sahabat, karena sempitnya rumah-rumah mereka dan di dalamnya terdapat para wanita, mereka memilih untuk berkumpul dan bercengkrama di tepi jalan. Lalu Rasu...