HANYA ADA SATU (2)
Mira kini tinggal di sebuah rumah mungil sederhana milik suaminya. Karena mengikuti suami, ia pun memutuskan keluar dari madrasah tempatnya mengajar. Untuk sementara ia ingin off dulu dari kegiatan itu demi menikmati kesibukan baru sebagai ibu rumah tangga. Perkenalan dengan calon suaminya yang hanya berlangsung beberapa minggu, membuatnya kini harus banyak belajar memahami karakter dan kebiasaan-kebiasaan pasangannya. Ia harus belajar menerima perbedaan-perbedaan yang ada. Selama masa adaftasi, perselisihan-perselisihan kecil ada saja terjadi. Mira yang apik, selalu meletakkan sesuatu pada tempatnya kadang dibuat jengkel oleh ulah suaminya yang menyimpan barang semaunya. Sering ditemukan kaus kaki di atas meja, buku berantakan tidak pada tempatnya. Kebiasaan suami menyimpan handuk basah di atas kasur, memaksanya untuk ngomel.-ngomel. Kadang suaminya tengah makan pun, permasalahan handuk basah di atas kasur masih dibahasnya. Untungnya Hermawan lebih sering...